Lulus kuliah tepat waktu tentu menjadi hal yang banyak diinginkan
oleh kaum terpelajar. Rata-rata untuk menempuh kuliah sampai pada
mendapat gelar Sarjana diselesaikan dalam waktu 3.5 tahun sampai dengan 4
tahun. Namun, ternyata banyak pula yang pada akhirnya harus
memperpanjang beberapa tahun. Dari sinilah awal mula artikel ini saya
tulis.
Sebagai salah satu yang pernah menempuh
Sarjana, sedikit banyak saya pernah merasakan susah
senang menjadi mahasiswa. Alhamdulillah, dalam jangka waktu 4 tahun,
gelar tersebut bisa terengkuh. Tentu semua butuh proses agar bisa
mencapai sebuah tujuan, jika kita menjalani proses itu dengan baik, maka
insyaallah hasil terbaik juga akan didapat. Inilah beberapa tips agar
kita bisa lulus kuliah tepat waktu. Namun sebelumnya, perlu saya
tegaskan, sebagus dan sebaik apapun tips yang ada, jika kita tidak
sungguh-sungguh menjalankannya maka semua akan menjadi percuma. Oleh
karena itu, hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah kesungguhan untuk
bisa menggapai gelar sarjana dalam waktu yang tepat. Berikut adalah
beberapat tips yang sebagian besarnya berasal dari pengalaman pribadi.
1. Perbanyaklah Teman dan Jadilah Pribadi yang Mudah Berkomunikasi
Jangan pernah samakan kuliah dengan jenjang Sekolah Menengah Atas. Kuliah adalah kegiatan yang tidak hanya sekadar untuk mencari ilmu, akan tetapi juga harus dijadikan tempat untuk membentuk kepribadian. Carilah teman sebanyak mungkin, termasuk dosen. Kenalilah dosen-dosen utamanya yang akan mengampu kita saat perkuliahan. Usahakan untuk mempunyai kontak dosen, hal ini sangat berguna jika sewaktu-waktu kita ingin meminta solusi untuk memeprbaiki nilai mata kuliah yang tidak bagus. Selain itu, jadilah pribadi yang mudah berkomunikasi. Jika kita hanya menjadi seorang pendiam, tentu akan kesulitan dalam mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan perkuliahan, semisal tentang tugas dan agenda dari dosen. Dengan berkembangnya ilmu tekhnologi saat ini, tidak jarang pula dosen memberikan tugas melalui media sosial. Tanpa adanya komunikasi yang baik dan banyak teman, tidak menutup kemungkinan kita ketinggalan informasi yang penting.
2. Penuhi Prosentase Minimal Kehadiran
Biasanya presentase kehadiran minimal adalah sebesar 75%. Jika dalam satu semester terdapat 16 pertemuan, maka minimal kita harus hadir 12 petemuan. Perlu diketahui, prosentase kehadiran sangat menentukan nilai. Jika prosentase kehadiran tidak terpenuhi, maka bukan hal yang mustahil jika kita mendapat nilai D atau bahkan E. Dengan nilai yang seperti itu, sangat berpengaruh saat ingin mengambil skripsi. Jika terlalu banyak nilai D atau E, sudah barang tentu tidak bisa mengambil skripsi dan harus memperbaiki nilai terlebih dahulu. Perlu diketahui, beberapa dosen tak jarang akan memberikan mminimal nilai C jika mahasiswa yang bersangkutan aktif masuk perkuliahan. So, dari sekarang jangan biasakan untuk membolos kuliah.
3. Pahami Prosentase Penilaian Setiap Mata Kuliah
Prosentase penilain mata kuliah menjadi hal yang perlu diperhatikan. Setiap mata kuliah mempunyai prosentase yang berebeda dalam menentukan nilai. Misalkan mata kuliah agama menggunakan prosentase : 20% Kehadiran, 40% UAS, 30% UTS dan 10% tugas. Dari situ terlihat jelas bahwa prosentase terbesar adalah UAS, oleh karena itu usahakan untuk mendapat nilai sebaik mungkin dalam UAS. Akan tetapi, prosentase berbeda bisa diterpakan di mata kuliah dan universitas yang berbeda pula, hal inilah yang mengharuskan kita untuk tahu bagaimana prosentase penilaian yang digunakan.
4. Akrabi Dosen Pembimbing Akademik(DPA)
DPA adalah ibarat jembatan penghubung antara mahasiswa dan kampus. Mengakrabi DPA menjadi hal yang penting, mengingat jika kita tidak akrab dengan DPA bisa jadi DPA kita enggan memberikan solusi dalam setiap permasalahan perkuliahan yang kita hadapi. Dulu, sewaktu semester tiga, saya pernah mempunyai masalah dengan seorang dosen. Waktu itu nilai saya tidak dikeluarkan karena sesuatu hal, pada akhirnya meminta tolong kepada DPA adalah jalan terkahir dan alhamdulillah DPA bisa memberikan solusi dan jalan keluar terhadap masalah tersebut. Jangan anggap remeh posisi seorang DPA.
5. Bagi Waktu Sebaik Mungkin
Hal yang sudah lumrah ketika seorang mahasiswa terlebih yang kos, akan mempenunyai banyak kegiatan lain di luar kuliah. Sebenarnya asal semua kegiatan bersifat positif tidaklah menjadi masalah asalkan kita bisa membagi waktu antara kuliah dan kegiatan di luar kuliah. Jika kita tidak bisa membagi waktu, bisa jadi kita akan kuwalahan dalam perkuliahan.
6. Aktif Dalam Kegiatan serta Organisasi di Dalam Kampus
Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kampus dan organisasi di kampus
pasti akan menadapatkan nilai lebih dari pihak kampus. Cobalah untuk
mengikuti kegiatan kampus dan masuk salah satu organisasi kampus yang
kamu minati. Dengan begitu selain mendapat nilai lebih, kita juga akan
semakin banyak teman dan akrab dengan dosen. Dengan begitu kita akan mendapat lebih banyak koneksi dan mudah meminta
bantuan yang berhubungan dengan kuliah kepada mereka. Perlu
diingat, ketika pendadaran yang diperlukan bukanlah hanya sekedar
skripsi yang baik, namun dituntut pula untuk mampu menjelaskan isi
skripsi tersebut. Tentu akan menjadi hal yang wajib untuk bisa
berbicara di depan dosen. Inilah salah satu manfaat penting ketika aktif dalam organisasi kampus. Karena tanpa disadari dengan aktif
di orgnisasi kita akan bisa lebih percaya diri dan mampu berkomunikasi
dengan baik.
7. Rajin Belajar
Dengan menjadi mahasiswa, bukan berarti kewajiba kita untuk belajar menjadi berkurang. Inilah hal yang seringkali terjadi, ketika menjadi mahasiswa kita tak jarang justru melupakan hal yang penting dalam menuntut ilmu, yaitu belajar. Rajinlah belajar, belajar tidak hanya didapat dari banyak membaca, masih banyak cara lain yang bisa digunakan seperti salah satunya belajar kelompok. Mulai sekarang, dalam sehari sisihkanlah waktu beberapa jam untuk belajar.
8. Selalu Berdoa dan Meminta Doa dari Kedua Orang Tua
Doa tidak boleh disepelekan. Dengan berdoa, insyaallah langkah kita akan dimudahkan. Jangan pernah ragu dan malu untuk meminta didoakan oleh kedua orang tua, meski tanpa diminta saya yakin orang tua akan tetap mendoakan anaknya, akan tetapi dengan kita meminta doa kepada keduanya, maka orang tua akan semakin mendoakan. So, jangan lupa meminta restu dan doa dari orang tua agar kita dapat kuliah dengan lancar dan lulus tepat waktu.
Nah, itulah beberapa tips dari DetikSisa. Ingtalah, setiap detik akan sangat berguna dan berpengaruh dalam masa perkuliahanmu. Jangan sia-siakan setiap detik yang ada. Salam Kehidupan.






0 komentar:
Posting Komentar