. Antara Agama dan Filsafat ~ DetikSisa.com

Selasa, 17 November 2015

Antara Agama dan Filsafat


Antara Agama dan Filsafat

Agama dan filsafat adalah dua hal yang sangat susah untuk disandingkan, bagaikan air dan api atau air dengan minyak, keduanya adalah dua hal yang saling bersebrangan. Ilmu agama tentu akan bermuara kepada Ketuhanan yang dimana hal ini secara tidak langsung dibuang jauh-jauh di dalam ilmu filsafat. Kebanyakan orang beranggapan bahwa ilmu filsafat adalah sebuah ilmu yang mengkhayal-khayal, abstrak dan di luar nalar.

Seorang filosof akan sangat menggunakan akal mereka dalam untuk melakukan pencarian sesuatu yang terkadang dianggap sepele bagi kebanyakan orang. Pernahkan kita berpikir, darimana kita berasal? Atau berpikir bagaimana bumi ini ada? Sebuah pertanyaan-pertanyaan yang seringkali tidak terlintas di benak manusia, namun justru selalu muncul dibenak para filosof yang pada akhirnya dengan berbekal akal serta nalar, mereka mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Misalnya adalah tentang seorang filosof asal Yunani bernama Democritus yang beranggapan bahwa pada dasarnya perubahan alam semesta ini adalah adanya balok-balok kecil yang saling terikat yang disebut atom. Saat itu belum ada alat secanggih sekarang dimana para ilmuwan fisilka dengan bermodal alat modern mampu untuk memecahkan teori atom dengan data-data ilmiah. Sedangkan di masa Democritus, dia hanya murni menggunakan akal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan. Itulah hebatnya para filosof, berbekal kehidupan yang mereka jalani dan berbagai pengalaman, perjalanan serta dipandu dengan akal serta nalar, akhirnya mereka mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terasa tidak perlu dijawab oleh sebagian orang dengan penalaran mereka sendiri.

Tidak peduli apakah jawaban mereka benar atau salah. Lalu apa hubungannya dengan agama?
Bagi saya pribadi, tidak ada salahnya kita belajar ilmu filsafat untuk dipadukan dengan agama. Bagaimana bisa? Kita bisa meniru para filosof dimana mereka selalu bertanya dan bertanya akan sesuatu yang mendasar dan sering terlupakan. Bukankah untuk mengenal Tuhan kita juga harus mengenal alam semesta ini? Bukankah alam semesta ini diciptakan salah satunya adalah agar manusia dapat memahami akan keberadaan-Nya? So, jika kita bisa memadukan rasa keingintahunan para filosof dengan keimanan kita terhadap Tuhan, tentu itu akan menjadi hal yang mampu memperbesar rasa keimanan kita terhadap Tuhan. Segala sesuatu itu pastilah diciptakan, segala yang diciptkan pastilah ada yang menciptakan, siapa yang menciptkannya? Kursi dibuat oleh manusia, tapi bagaimana dengan kayu yang digunakan sebagai bahan dasar? Bisakah manusia menciptakan pohon? Ah, inilah cara pandang para filosof yang selalu ingin tahu dan ingin tahu. Ketika kita sebagai orang yang mengakui adanya Tuhan, pastilah keingin tahuan itu akan bermuara kepada pembuktian keberadaan Tuhan itu sendiri.

--BERSAMBUNG--

Yogya, 2015
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

0 komentar:

Posting Komentar